KAMI BUTUH MASKER (MINI PROJECT SABIA 2020)
Hampir dua bulan kita menghadapi kehidupan serba gundah dilanda kehadiran virus Corona alias Covid-19.
Meskipun tidak terlalu panik, kita harus selalu waspada dan tetap menjaga kesehatan diri sendiri dan lingkungan.
Hampir semua keluarga terdampak oleh kondisi yang diakibatkan virus ini. Terutama para UKM dan ekonomi menengah ke bawah.
Termasuk kami yang pendapatannya diperoleh dari memproduksi barang dan jasa dari rumah.
Alhamdulillah, ada positifnya juga kami dirumahkan. Kami melayani beberapa keluarga yang tidak berani keluar rumah, sedangkan membutuhkan makanan siap saji. Demikianlah, Allah yang maha adil mengatur keseimbangan.
InsyaAllah kami tetap waspada dan berusaha tetap menjaga kesehatan, agar kami tetap saling membutuhkan.
Waspada paling sederhana yang kami lakukan antara lain, tetap menjaga kesehatan, makan cukup, istirahat (tidur... agak kurang sih...) sesering mungkin cuci tangan dan menggunakan masker ketika keluar rumah. Apalagi kegiatan kami banyak dijalan, mengantar kue dan masakan untuk pelanggan.
Awal-awal... kami tidak terlalu terpengaruh dengan langkanya masker di pasaran. Karena kami merasa sehat-sehat saja.
Namun berjalan dengan waktu yang mengharuskan kami lebih banyak diluar rumah, akhirnya mau tidak mau, kami jadi ikut-ikutan teman-teman berburu masker di tiap toko yang kami singgahi.
Daaan... kami lebih sering tidak mendapat hasil daripada dapatnya.
Kebetulan saya ada tugas alias tantangan membuat mini project sehingga pas sekali dengan kebutuhan kami. KAMI BUTUH MASKER.
Akhirnya kami menyusun rencana dan membuat susunan tim, agar segera dapat mengerjakan project kami.
Manager : Mama ( merangkap sebagai desainer dan QC)
Penyandang dana : Pak Yanif (merangkap sebagai penjahit)
Pelaksana : 1. Fadhel ( belanja bahan)
2. Althaf (membantu pengerjaan masker)
3. Sissy ( membantu pengerjaan masker)
4. Mas Risa ( mendistribusikan masker pada teman)
Estimasi dana : Rp. 152.000
Sasaran : Keluarga dan teman-teman yang tidak mempunyai masker
Saya menonton youtube untuk mencari ide cara pembuatan masker yang sederhana, mengingat kami semua tidak pandai menjahit. Hanya kebetulan pak suami bisa sedikit karena ibu mertua saya adalah penjahit.
Setelah semua selesai kami kerjakan, beberapa ada yang sudah kami berikan pada teman-teman yang ketemu dijalan dan tidak menggunakan masker.
Tentu... kami mengingatkan agar jangan dilihat dari bentuknya yang kurang rapi... hehe... tapi lihat dari fungsinya saja.
Mudah-mudahan bermanfaat bagi semua orang... Dan tentunya... semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan oleh Allah SWT, aamiin...
#miniproject
#kampungKomunitas
#maskerkosong







Komentar
Posting Komentar