BELAJAR = BAHAGIA

Setelah mengikuti tahapan kelas Matrikulasi dan kelas Bunda Sayang, akhirnya saya masuk juga sebagai mahasiswa Bunda Cekatan.
Berbeda dengan sebelumnya, materi dan cara mengerjakan tugas di Bunda Cekatan ini membuat skala prioritas.

Saya mendadak kebingungan karena proses belajar kali ini dimulai dari diri sendiri. Harus ngapain dulu nih...? 

Karena belakangan... jujur ... waktu saya lebih banyak mengerjakan orderan kejar tayang, jadi yang pertama saya rasakan adalah deg-degan takut duluan tereliminasi.
Hmmm... 
Bismillah... hanya kalimat itulah yang menjadi penguat saya dalam memulai belajar.

Memulai dengan mencari kekuatan diri dan menuliskan kegiatan yang membuat bahagia dan tidak bahagia.





Nah, setelah mendapatkan materi langsung dari Ibu Septi Peni Wulandani, mesti menguprek NHW Matrikulasi sebagai acuan. 
Dan... auto mewek ketika yang dicari bolak-balik ternyata ngga ada lagi. Coba mencari dengan menggunakan tanda # (hastag), maupun dicari melalui akun Facebook pun tidak saya jumpai lagi.
Yang tersisa hanya link nya saja, sedangkan ketika di klik sudah hilang.

Yah, memang harus dimulai kembali, mungkin saja apa yang sudah saya tuangkan 3 tahun lalu sudah berbeda. 
Atau masih tetap ya.... (ini sedikit menghibur saya 😉)





Bulatan telur-telur sudah penuh terisi dengan kegiatan yang menurut saya membuat saya bahagia.

Saya sebagai orang  pembelajar. Makin berumur, saya semakin ingin belajar apa saja yang memang belum pernah saya ketahui.
Apapun tingkat pendidikan kita, saya merasa jangan sampai minim literasi, karena sebagai orangtua wajib sering update informasi. Apalagi, anak-anak kami adalah homeschooler.

Karena kami adalah keluarga homeschooler, maka itu anak-anak sudah terbiasa berlatih mandiri. Dimulai dengan masak bersama krucils saya mengajak anak-anak menyiapkan kebutuhan utama seluruh keluarga, terutama membuat bekal jika ada kegiatan diluar.

Berkegiatan diluar, selain untuk mencari ilmu kami juga sering sekedar jalan-jalan sambil jajan. Sesekali kami sekeluarga membuat rencana spontan berenam dengan tiga motor tanpa membawa bekal. Sekedar menghabiskan waktu dengan duduk-duduk di food court sambil menikmati suasana, atau sambil diskusi ringan dan mendengarkan curhatan anak-anak bujang kami.

Mengobrol bersama anak-anak makin hangat ketika masing-masing menyampaikan gagasan untuk melakukan kegiatan lain atau mengeluarkan ide untuk membuat ketrampilan. Bebikinan bersama juga makin menguatkan bonding keluarga kami. 

Selain itu saya juga senang sekali sharing apa saja yang saya miliki atau yang sudah pernah saya dapatkan. Meskipun hanya sedikit, ilmu yang dibagikan akan semakin berkembang dan dapat membuat kita semakin memahami apa yang sudah kita pelajari.

Dari belajar banyak hal itulah saya semakin merasa menjadi Ibu yang bahagia. 

#janganlupabahagia
#jurnalMinggu1
#materi1
#kelastelurtelur
#BundaCekatan1
#institutibuprofesional





Komentar

Postingan populer dari blog ini

KAMI BUTUH MASKER (MINI PROJECT SABIA 2020)

PENGIKAT MAKNA (HTSC)